Pemeriksaan Toxoplasma gondii

Toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit Toxoplasma gondii, infeksi ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada orang sehat karena sistem kekebalan tubuh dapat menahannya, tetapi dapat menjadi serius bagi ibu hamil atau orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS atau pasien yang sedang menjalani kemoterapi.

Penularan Toxoplasmosis melalui :

  1. Konsumsi Makanan atau air yang terkontaminasi Toxoplasma
  2. Kontak dengan Kotoran Kucing yang terinfeksi oxoplasma
  3. Penularan Ibu ke Janin (Transplasental) -Toxoplasmosis kongenital
  4. Transfusi Darah atau Transplantasi Organ

Gejala toxoplasmosis bervariasi, tergantung pada kondisi kesehatan individu:

  • Pada Orang Sehat : Sebagian besar infeksi tidak menunjukkan gejala. Namun, beberapa mungkin mengalami gejala mirip flu ringan, seperti demam, kelelahan, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Pada Ibu Hamil dan Bayi yang Baru Lahir : Toxoplasmosis pada ibu hamil dapat menyebabkan cacat lahir serius atau keguguran. Bayi yang lahir dengan toxoplasmosis kongenital mungkin mengalami kejang, pembesaran hati atau limpa, kerusakan mata, dan gangguan perkembangan.
  • Pada Orang dengan Sistem Kekebalan Lemah : mengalami gejala yang lebih parah, seperti ensefalitis (peradangan otak), kejang, kebingungan, dan bahkan kematian.

Jenis pemeriksaanlaboratorium untuk Toxoplasmosis :

  1. Tes serologi
  2. Tes molekuler (PCR-Polymerase Chain Reaction)

Toxoplasma gondii

MaksudDeteksi Toxoplasma gondii dengan metode Real Time PCR
TujuanDiagnosis Toxoplasma gondii
Sample1 mL cairan Amnion dan 3 ml darah EDTA (Fase Akut)
Stabilitas sampela. Darah EDTA pada suhu 2-8°C selama 1 hari
b. Cairan amnion : suhu 2-8°C selama 1 hari, suhu -20°C max 2 minggu, suhu -80°C waktu tak terbatas
TransportDalam Keadaan dingin (4°C)
Waktu PenerimaanSenin – Jumat : 08.00 – 17.00 WIB, Sabtu : 08.00 – 15.00 WIB
Hari KerjaSetiap hari pukul 09.00 WIB
Waktu SelesaiSetiap hari pukul 17.00 WIB