Pemeriksaan Hepatitis C Virus (HCV)
Hepatitis C virus (HCV) adalah virus yang menyerang hati dan menyebabkan infeksi hepatitis C. Infeksi ini bisa akut (jangka pendek) atau kronis (jangka panjang) dan, jika tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius, seperti sirosis, gagal hati, dan kanker hati. Hepatitis C adalah salah satu infeksi hati paling serius dan menjadi penyebab utama transplantasi hati di seluruh dunia.
Hepatitis C adalah infeksi yang serius namun dapat disembuhkan, terutama dengan pengobatan antivirus terbaru. Deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan tindakan pencegahan sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi akibat infeksi HCV.
Hepatitis C ditularkan melalui:
- Kontak dengan darah yang terinfeksi
- Transfusi darah dan produk darah yang terkontaminasi
- Kontak seksual
- Dari ibu ke bayi saat persalinan
Gejala hepatitis C muncul pada 2 hingga 12 minggu setelah paparan dan meliputi :
- Kelelahan
- Nyeri sendi atau otot
- Kehilangan nafsu makan
- Mual dan muntah
- Sakit perut
- Urine berwarna gelap
- Kulit atau mata menguning (jaundice)
Jenis pemeriksaan laboratorium untuk hepatitis C :
- Tes imunoserologi (Anti-HCV)
- Tes molekuler (PCR-Polymerase Chain Reaction)
- Tes Fungsi Hati (SGOT dan SGPT)
